FORCASI – Inovasi SAPA CENTING Kecamatan Pangkalan Lada: Gerakan Solidaritas Bersama Cegah dan Turunkan Stunting
Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah — Pemerintah Kecamatan Pangkalan Lada menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui sebuah inovasi kolaboratif bertajuk SAPA CENTING (Solidaritas Pangkalan Lada Cegah Stunting). Inovasi ini digagas dan dipimpin langsung oleh Camat Pangkalan Lada, Dwita Setyawati Arma, S.STP., M.A.P, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Pangkalan Lada.
SAPA CENTING hadir sebagai respon atas kondisi riil stunting di wilayah Kecamatan Pangkalan Lada, di mana berdasarkan data tahun 2025 tercatat 55 kasus stunting. Angka tersebut menjadi dasar kuat perlunya langkah terpadu, sistematis, dan berkelanjutan yang melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan.
Latar Belakang Inovasi
Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan daerah. Menyadari kompleksitas permasalahan tersebut, Pemerintah Kecamatan Pangkalan Lada tidak memilih bekerja sendiri, melainkan membangun sebuah gerakan solidaritas lintas sektor.
Melalui SAPA CENTING, Camat Pangkalan Lada menginisiasi pendekatan kolaboratif dengan menggabungkan peran FORKOPIMCAM, pemerintah desa, puskesmas, mitra kerja pemerintah, masyarakat, sektor swasta, serta media publikasi. Inovasi ini dirancang agar upaya penanganan stunting tidak bersifat parsial, tetapi menjadi gerakan bersama yang terstruktur dan terpublikasi dengan baik.
Konsep dan Tujuan SAPA CENTING
SAPA CENTING (Solidaritas Pangkalan Lada Cegah Stunting) merupakan gagasan dan terobosan Pemerintah Kecamatan Pangkalan Lada untuk memperkuat sinergi seluruh elemen dalam:
-
Pencegahan stunting sejak dini
-
Penanganan anak berisiko stunting dan stunting
-
Percepatan penurunan angka stunting secara berkelanjutan
Tujuan utama SAPA CENTING adalah membangun kesadaran kolektif bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya sektor kesehatan semata.
Bentuk Implementasi di Lapangan
Pelaksanaan SAPA CENTING dilakukan secara konkret dan terukur melalui berbagai langkah strategis, antara lain:
-
Penguatan peran pemerintah desa, dengan memastikan penganggaran khusus penanganan stunting dalam APBDes
-
Kolaborasi intensif dengan puskesmas, melalui forum pembahasan rutin terkait permasalahan kesehatan ibu dan anak serta kasus stunting
-
Pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi anak berisiko stunting dan stunting
-
Pemanfaatan CSR perusahaan, berupa bantuan telur dan dukungan dana untuk penguatan peran kader
-
Penyuluhan kepada calon pengantin (Catin) sebagai langkah pencegahan stunting sejak pra-nikah
-
Edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan parenting bagi keluarga
-
Pelatihan dan penguatan kapasitas kader posyandu dan kader stunting
-
Publikasi aktif seluruh kegiatan melalui media sosial resmi Pemerintah Kecamatan Pangkalan Lada agar masyarakat terlibat dan teredukasi
Pendekatan ini memastikan bahwa SAPA CENTING tidak hanya berjalan sebagai program, tetapi sebagai gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Implementasi SAPA CENTING menunjukkan dampak positif yang signifikan. Anak-anak yang sebelumnya masuk kategori berisiko stunting dan stunting mengalami perkembangan kesehatan yang lebih baik hingga keluar dari data stunting.
Berdasarkan evaluasi tahun 2025, angka stunting di Kecamatan Pangkalan Lada berhasil turun dari 55 kasus menjadi 35 kasus. Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor yang dijalankan secara konsisten mampu memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Harapan dan Keberlanjutan Inovasi
Melalui SAPA CENTING, Camat Pangkalan Lada berharap dapat terus membangun semangat gotong royong dalam upaya penanganan stunting. Masyarakat yang sehat diyakini akan melahirkan keluarga yang sejahtera dan bahagia, serta menjadi fondasi penting bagi kemajuan dan pembangunan Kecamatan Pangkalan Lada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.
Inovasi ini dirancang untuk berkelanjutan, adaptif, dan dapat direplikasi oleh kecamatan lain yang memiliki tantangan serupa.
Apresiasi FORCASI
Forum Camat Seluruh Indonesia (FORCASI) mengapresiasi inovasi SAPA CENTING sebagai contoh kepemimpinan camat yang proaktif, kolaboratif, dan berpihak pada masa depan generasi. Inovasi ini menegaskan bahwa kecamatan memiliki peran strategis dalam agenda nasional percepatan penurunan stunting.
FORCASI berharap praktik baik dari Kecamatan Pangkalan Lada dapat menjadi inspirasi bagi camat di seluruh Indonesia dalam membangun inovasi berbasis gotong royong dan keberpihakan pada masyarakat.









