FORCASI — Pak Sotarsa: Inovasi Jemput Bola Kesejahteraan Sosial di Kecamatan Halong
Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan — Pemerintah Kecamatan Halong menghadirkan inovasi pelayanan publik berupa Pak Sotarsa (Pelayanan Kesejahteraan Sosial Antar ke Desa) sebagai solusi nyata untuk memperluas akses layanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat yang tinggal di wilayah geografis terbatas, terutama di pegunungan Meratus dan area blank spot jaringan internet. Inovasi ini bertujuan memastikan bantuan sosial dan layanan pemerintahan sampai tepat sasaran, cepat, efektif, dan tanpa hambatan geografis.
Latar Belakang Inovasi
Wilayah Kecamatan Halong memiliki tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan layanan pemerintahan, karena kondisi geografis pegunungan, akses transportasi yang sulit, serta keterbatasan jaringan internet yang menyulitkan penyebaran informasi melalui jalur digital. Menyikapi hal ini, inovasi Pak Sotarsa diluncurkan oleh pemerintahan kecamatan sebagai pendekatan non-digital yang mengutamakan jemput bola layanan sosial langsung ke desa-desa.
Inovasi ini dicanangkan agar masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang tidak mudah mengakses kantor pemerintahan, tetap dapat memperoleh layanan kesejahteraan sosial tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Konsep dan Mekanisme Pak Sotarsa
Program Pak Sotarsa melibatkan koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kecamatan Halong, aparat desa, dan berbagai lembaga masyarakat untuk melakukan pendampingan, sosialisasi hak-hak sosial warga, serta penyaluran bantuan langsung di masing-masing desa. Pendekatan ini dirancang untuk menjaga keterjangkauan layanan pemerintahan, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur digital maupun transportasi.
Beberapa elemen kunci dari mekanisme program ini antara lain:
- Tim kecamatan dan aparat desa turun langsung ke lapangan untuk memberikan informasi layanan sosial.
- Koordinasi intensif antar pemerintah kecamatan, desa, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memastikan cakupan layanan maksimal.
- Penyaluran bantuan sosial seperti asuransi, program perumahan, dan pangan sampai ke tangan warga tanpa hambatan lokasi.
Tujuan dan Sasaran Inovasi
Inovasi Pak Sotarsa memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain:
- Memastikan layanan kesejahteraan sosial sampai ke seluruh warga tanpa terhambat jarak geografis.
- Meningkatkan akses warga terhadap hak-hak sosialnya, termasuk bantuan sosial dan layanan pemerintah lainnya.
- Membangun kerja sama yang kuat antara pemerintah kecamatan, desa, dan LSM untuk mendukung pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
- Memperkuat kesadaran masyarakat tentang partisipasi dalam pembangunan desa dan pemahaman hak-hak sosial.
Dampak Positif Inovasi terhadap Masyarakat
Sejak diimplementasikan pada awal 2024, inovasi Pak Sotarsa telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat di Kecamatan Halong. Berdasarkan data evaluasi program, jumlah warga yang menerima manfaat layanan sosial meningkat secara substansial — dari 281 orang menjadi 880 orang setelah pelaksanaan inovasi berjalan secara penuh. Hal ini menunjukkan bahwa jemput bola layanan sosial mampu memperluas jangkauan bantuan dan memastikan penerima manfaat mendapatkan haknya tanpa hambatan.
Selain itu, masyarakat kini tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan pemerintahan untuk mendapatkan bantuan sosial. Pelayanan hadir langsung di desa masing-masing, sehingga biaya operasional, waktu, dan tenaga warga serta pemerintah dapat ditekan.
Pelaksanaan koordinasi lintas sektor yang kuat juga membuat pelayanan lebih cepat, efektif, dan efisien. Kolaborasi antara pemerintahan kecamatan dan desa memperkuat jaringan layanan sosial sampai ke lapisan masyarakat yang paling rentan.
Inovasi dalam Konteks Pelayanan Non-Digital
Hal menarik dari inovasi ini adalah penekanan pada pendekatan non-digital untuk layanan publik, yang tetap relevan dan efektif meskipun berada di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan internet. Dengan menempatkan petugas langsung ke desa, model pelayanan Pak Sotarsa membuktikan bahwa adaptasi layanan publik tidak selalu bergantung pada teknologi digital, tetapi juga kesiapan pemerintah untuk turun tangan langsung memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pesan FORCASI
Forum Camat Seluruh Indonesia (FORCASI) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kecamatan Halong atas inovasi Pak Sotarsa sebagai bentuk komitmen nyata untuk memperluas inklusi layanan kesejahteraan sosial di wilayah pelosok desa. Inovasi ini menjadi contoh praktik baik pelayanan publik yang adaptif terhadap konteks geografis dan tantangan infrastruktur, sekaligus membuktikan bahwa pelayanan pemerintah dapat hadir dekat dengan masyarakat tanpa hambatan.
FORCASI mendorong kecamatan lain di seluruh Indonesia untuk mengadaptasi pendekatan serupa berdasarkan kebutuhan lokal masing-masing, khususnya dalam menjangkau warga yang sulit mengakses layanan pemerintahan konvensional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi bukan sekadar alat teknologi, tetapi juga komitmen pelayanan dan kolaborasi antar pemangku kepentingan demi kesejahteraan masyarakat.








