FORCASI — Kecamatan Jatipurno Borong Penghargaan WIA 2025: Komitmen Kuat Dukung Inovasi Pelayanan Publik
Wonogiri, Jawa Tengah — Kecamatan Jatipurno menunjukkan prestasi gemilang di bidang inovasi pelayanan publik dalam ajang Wonogiri Innovation Award (WIA) 2025. Dalam kompetisi yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri pada Kamis, 18 Desember 2025, Jatipurno berhasil meraih Juara 1 Kategori Kecamatan, sekaligus mengantarkan sejumlah unit kerja lain di wilayahnya memperoleh penghargaan pada kategori berbeda.
Prestasi ini bukan hanya merupakan pengakuan atas kinerja administratif, tetapi juga bukti nyata sinergi yang dibangun antara kecamatan, pemerintahan desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam merancang serta mengimplementasikan inovasi yang berdampak langsung kepada kualitas layanan publik.
Keberhasilan di Berbagai Kategori Penilaian
Dalam Wonogiri Innovation Award 2025, Jatipurno tidak hanya unggul sebagai kecamatan, tetapi juga berhasil membawa prestasi di tingkat desa dan layanan kesehatan:
-
Juara 1 Kategori Kecamatan — menunjukkan Jatipurno memiliki komitmen tinggi dalam menciptakan dan mengembangkan inovasi pelayanan publik.
-
Desa Slogoretno dari wilayah Jatipurno meraih Juara 1 Kategori Desa/Kelurahan, menegaskan kualitas pengelolaan program serta dampak positifnya bagi warga.
-
Desa Mangunharjo menyabet Juara Harapan 1 Kategori Desa/Kelurahan, menambah deretan capaian inovatif dari desa-desa di wilayah ini.
-
UPTD Puskesmas Jatipurno meraih Juara Harapan 2 di Kategori Pelayanan Kesehatan, menggarisbawahi layanan kesehatan sebagai bagian dari inovasi komprehensif di kecamatan.
Keberhasilan multidimensi ini mencerminkan bahwa inovasi di Jatipurno tumbuh dari berbagai sektor — dari pemerintahan desa hingga unit pelayanan teknis — sehingga menciptakan keterpaduan yang kuat dan langsung dirasakan masyarakat luas.
Sinergi Lintas Unsur Menuju Kinerja Terbaik
Camat Nur Dhana Setiawan menyatakan rasa syukur dan bangga atas capaian kolektif ini. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan buah dari kerja bersama yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan kecamatan, desa/kelurahan, lintas sektor, serta masyarakat luas.
Kekuatan kolaborasi ini menjadi fondasi utama dalam membangun inovasi yang relevan dan berkelanjutan. Camat Dhana menekankan bahwa prestasi ini bukan sekadar capaian serimonial, melainkan refleksi dari budaya kerja dan semangat inovasi yang diwujudkan melalui implementasi program di lapangan.
Budaya Inovasi sebagai Landasan Pelayanan Publik
Dalam kesempatan tersebut, Camat Nur Dhana Setiawan menegaskan bahwa budaya inovasi di Jatipurno tumbuh karena adanya komitmen untuk terus melakukan perbaikan layanan publik, terutama melalui riset, pengembangan ide, dan implementasi berbasis kebutuhan masyarakat.
Lebih jauh, Camat Dhana menyampaikan bahwa ke depannya pemerintah kecamatan akan membuka ruang yang lebih luas bagi partisipasi generasi muda serta warga yang kreatif untuk berkontribusi dalam inovasi — baik melalui ajang WIA maupun melalui kompetisi inovasi individu seperti Krenova (Kreativitas dan Inovasi).
Hal ini menunjukkan bahwa strategi inovasi Jatipurno tidak hanya berfokus pada pencapaian penghargaan, tetapi juga pada pembangunan kapasitas inovator lokal dan pemberdayaan masyarakat sebagai motor perubahan.
Manfaat Nyata bagi Masyarakat dan Tata Kelola Lokal
Penghargaan WIA bukan semata simbol prestasi, tetapi juga mengindikasikan bahwa inovasi yang dihasilkan memiliki nilai manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Beberapa poin penting yang menjadi cerminan dampak inovasi di Jatipurno antara lain:
-
Peningkatan kualitas layanan publik, terutama di bidang administratif dan kesehatan.
-
Penguatan peran desa dalam merancang solusi lokal, sebagaimana dibuktikan oleh kemenangan Desa Slogoretno dan Desa Mangunharjo yang berhasil unggul pada kategori desa.Pemberdayaan masyarakat melalui program yang berbasis kebutuhan nyata, menciptakan nilai tambah sosial dan administratif yang lebih akuntabel.
Inspirasi Bagi FORCASI dan Kecamatan Lain
Prestasi yang diraih Kecamatan Jatipurno menjadi inspirasi penting bagi jaringan Forum Camat Seluruh Indonesia (FORCASI). Beberapa pelajaran strategis yang dapat diambil dari capaian ini, antara lain:
-
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan inovasi; keterlibatan perangkat desa, puskesmas, dan masyarakat secara terpadu menghasilkan solusi yang efektif.
-
Budaya inovasi perlu dibangun secara sistemik, tidak hanya sebagai kegiatan ad hoc, tetapi sebagai bagian dari tata kerja organisasi kecamatan.
-
Keterbukaan terhadap ide generasi muda dan warga inovatif memperkaya ruang inovasi di tingkat kecamatan, menyediakan perspektif baru yang relevan dengan kebutuhan komunitas.
-
Penghargaan inovasi tidak hanya sebagai prestise, tetapi sebagai indikator konkret bahwa pelayanan publik terus bergerak menuju perbaikan berkelanjutan.
Penutup
Prestasi Kecamatan Jatipurno dalam Wonogiri Innovation Award 2025 menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik yang bersinergi dengan kebutuhan masyarakat mampu menghasilkan dampak signifikan — baik dalam kualitas layanan maupun dalam peningkatan kepercayaan publik terhadap pemerintah lokal.
FORCASI mengapresiasi pencapaian ini dan berharap cerita keberhasilan Jatipurno dapat menjadi semangat kolektif bagi seluruh camat di Indonesia untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
Prestasi ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari komitmen yang lebih besar dalam memperkuat pelayanan publik dan inovasi di seluruh daerah.









